mujahidgrup.com, Penerbit Buku Remaja | Buku Jodoh dan Pernikahan | Buku Dakwah | Novel Remaja

 

   


FIQIH MUSIK DAN LAGU

Pengantar Penulis   

Nasehat Al-Albani dan Komentar atas Nasehatnya  

Daftar Isi   

BAB I  Islam, Seni dan Estetika     

A. Pandangan Islam terhadap Seni dan Estetika   

Biasnya Kebenaran; Antara Berlebih-lebihan dan Kelalaian   

B. Landasan Hukum dalam Menyikapi Seni   

1. Perhatian Islam pada Kebutuhan Manusia   

2. Pandangan Al-Qur'an pada Keindahan Alam   

3. Apresiasi Mukmin terhadap Keindahan Alam   

4. Al-Qur'an Mukjizat yang Indah           

5. Seni Prosa dan Sastra    

C. Menyingkap Estetika Musik dan Lagu   

1. Definisi Nyanyian    

2. Bagaimana Pandangan Islam tentang Musik dan Lagu ?  

BAB II  Argumentasi  yang Mengharamkan Musik  dan Lagu      

A. Dalil-dalil dari Al-Qur'an          

1. QS. Lukman: 6          

2. QS. Al-Qasas: 55       

3. QS. Al-Furqan: 72     

4. QS. Al-Isra: 63-64     

5. QS. An-Najm : 59-61   

B. Dalil-dalil dari Hadis Nabawi    

1. Hadis, “Ma'azif”        

2. Hadis, “Al-Kubah Wal Ghubaira”         

3. Hadis, “Ancaman yang memainkan Al-Qayan, Al-Ma'azif dan Dufuf”

4. Hadis tentang Al-Qaynat

5. Hadis: “Dua suara yang dilaknat; suara seruling ketika datang

nikmat, dan jeritan ketika datang bencana”   

6. Hadis, “Seruling pengembara” 

7. Hadis, ”Lagu Menumbuhkan Sifat Munafik dalam Hati”

8. Hadis, “Seruling Setan”          

9. Perkataan Utsman: “Aku tidak pernah bernyanyi dan tidak pernah berandai-andai” 

10. Apakah Suara Wanita itu Aurat ?        

11. Tawil Hadis yang Benar        

12. Sikap Imam Ibnul Qayyim 

C. Argumentasi dengan Ijma'       

Orang-orang yang membolehkan lagu   

D. Kaidah Saddu Adz-Dzarai'        

Bantahan atas Orang yang Berhujjah pada Adz-Dzarai'           

E.  Ihtiyat (berhati-hati) dan Menghindari Syubhat           

Komentar terhadap perkara syubhat (keraguan)         

BAB III     Argumentasi yang Membolehkan Lagu   

A. Asal hukum dari sesuatu itu boleh    

Argumentasi orang-orang yang membolehkan lagu   

B. Ayat Al-Qur'an Yang Membolehkan Lagu dan Musik    

1. QS. Al-A'raf:157       

2. QS. Al-Jumu'ah: 11   

3. QS. Luqman: 19        

4. QS. Fathir: 1   

C. Hadis yang dijadikan Argumentasi Orang yang Membolehkan Lagu

1. Hadis, “Nyanyian dua sahaya di rumah Nabi Saw.”   

2- Hadis, Ar-Rubayyi‘ binti Mu‘awwidz   

3- Hadis, “Ma Kaana Ma`ahum Lahwun...”   

4- Hadis, “Apabila kamu bernadzar, maka tunaikanlah”    

5- Hadis, “Rakhasa Lana al Lahwa fi al `Ars”        

6- Hadis, “Tuhibbina An Tughannik Fa Ghanniytaha”   

7- Hadis, “Batas antara haram dan halal adalah tabuhan duff dan nyanyian dalam walimah”

D. Dalil kebolehan Musik dan Lagu menurut tinjauan Maqashid

Syari'ah dan Karakteristik Islam    

1. Sikap Para Sahabat dan Tabi'in tentang Musik  

2. Para Tabi'in yang Membolehkan Bernyanyi & Mendengarkannya

3. Ulama setelah tabi'in yang membolehkan musik dan lagu

4. Abu Hanifah  

5. Imam Malik  

6. Imam As Syafi‘i        

7. Imam Ahmad

8 . Kembali kepada Maqashid Syari'at      

BAB IV     Komentar dan Peringatan   

A. Tinjauan Tahliliyyah fiqhiyyah (Analisa Fiqh) dan Waqi'iyyah (Realita)   

1. Pengharaman itu tidak bisa kecuali dengan nash yang shahih

dan jelas, sedangkan nash tersebut tidak ada     

2. Allah tidak mengharamkan yang baik-baik     

3. Memperhatikan dalil-dalil yang mengatakan haram    

4. Menjaga keanekaragaman, pandangan dan perbedaan diantara manusia.    

5. Menampilkan keindahan Islam di hadapan Umat-umat lain      

6. Solusi Alternatif dari Kontroversi         

7. Keharusan penelitian secara tematis tanpa banyak pertimbangan

dan perasaan   

8. Memperhatikan keringanan    

9. Menghormati fiqih Ulama Mutaqaddimin

10. Berhati-hati agar tidak mudah memutlakan kalimat haram

B. Tidak menafikan masalah Khilafiyah

Delapan pendapat yang disebutkan Ibnu Jama'ah

C. Sikap para ahli fiqh kontemporer

1. Pendapat Imam Al-Ghazali

2. Pendapat An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim  

3. Pendapat Ibnu Rajab

4. Pendapat Ibnu Taimiyah

5. Pendapat Asy-Syaukani

D. Kekerasan dalam berbeda pendapat itu tidaklah dibenarkan

E.  Mencela pendapat yang berbeda

F.  Kearifan fiqh Al-Ghazali dalam lagu dan Musik

G. Faktor-faktor yang dapat merubah hukum lagu dari boleh menjadi haram

BAB V     Batasan dan Kriteria yang harus diperhatikan       

1. Syair tidak bertentangan dengan syari'at           

2. Gaya menyanyikan lagu tidak mengundang maksiat

3. Nyanyian tidak dibarengi dengan sesuatu yang diharamkan

4. Tidak berlebihan dalam mendengarkannya

5. Sesuatu yang berkaitan dengan pendengar

BAB VI     Nyanyian Religius, Nyanyian Sufi & Nasyid

A. Pendapat para ulama tentang nyanyian religius   

1. Pendapat Ibnu Taimiyah

2. Pendapat Ibnul Qayyim

B. Ibnul Qayyim menjawab bantahan orang-orang sufi

1. Para Auliya Allah dan Orang Shalih menghadiri nyanyian

2. Datangnya para shalihin ke tempat-tempat nyanyian bukan

merupakan hujjah bagi yang lainnya

3. Kesepakatan mendengarkanya bukan hujjah syariah   

4. Mayoritas Tokoh Ulama Islam mengingkari dan mencelanya    

5. Selain Rasullullah tidak ma'shum

6. Orang-orang yang menghadiri nyanyian bukanlah para imam yang harus dituruti

7. Telah diingkari oleh para ulama yang lebih mulia

8. Syarat-syarat Lagu Bagi Orang yang membolehkan   

C. Pendapat ulama Yang Lain    

1. Pendapat Izuddin Abdussalam

2. Komentar Imam Al-Alusi

D. Jenis-jenis lagu religius yang tidak mengandung unsur negatif

BAB VII   Nyanyian dan Musik dalam    Realita Sejarah Umat Islam

1. Adakah penyanyi Pada zaman Nabi dan Sahabat?

2. Lagu dan musik pada realita kaum muslimin

BAB VIII     Buku-Buku dengan Tema Musik & Lagu    

Foot Note


   
   
   
    mujahidgrup.com, Penerbit Buku Remaja | Buku Jodoh dan Pernikahan | Buku Dakwah | Novel Remaja

Mujahidpress:
Jl. Tambakan No.06 Bojongkunci Pameungpeuk Bandung 40376
Tlp/Fax: 0225943620. SMS 08122056466
Email: admin@mujahidpress.com